Tidur seharusnya menjadi waktu paling tenang bagi tubuh dan pikiran. Namun bagi sebagian orang, malam justru menjadi momen yang menakutkan. Mereka terbangun secara tiba-tiba dengan jantung berdebar kencang, napas terasa sesak, tubuh berkeringat, dan perasaan takut yang luar biasa tanpa sebab yang jelas. Kondisi ini dikenal sebagai Nocturnal Panic Attack, yaitu serangan panik yang terjadi saat seseorang sedang tidur.
Nocturnal panic attack sering kali membuat penderitanya merasa bingung dan cemas berlebihan. Banyak yang mengira kondisi ini adalah serangan jantung, gangguan pernapasan, atau bahkan pertanda penyakit serius lainnya. Padahal, nocturnal panic attack merupakan bagian dari gangguan kecemasan yang dapat dipahami dan ditangani dengan pendekatan yang tepat.
Apa Itu Nocturnal Panic Attack?

Nocturnal panic attack adalah serangan panik yang muncul secara tiba-tiba ketika seseorang sedang tidur, biasanya pada fase tidur non-REM. Berbeda dengan mimpi buruk, kondisi ini tidak selalu disertai mimpi yang menakutkan. Penderitanya sering terbangun dalam keadaan panik tanpa mengetahui pemicunya.
Serangan ini memiliki gejala yang mirip dengan panic attack pada siang hari, seperti:
Jantung berdebar cepat
Napas pendek atau terasa sesak
Dada terasa nyeri atau tertekan
Berkeringat berlebihan
Pusing atau sensasi melayang
Gemetar
Rasa takut akan kehilangan kendali atau meninggal dunia
Gejala-gejala tersebut biasanya mencapai puncaknya dalam beberapa menit, namun efek cemasnya dapat bertahan lebih lama dan mengganggu kualitas tidur.
Perbedaan Nocturnal Panic Attack dan Mimpi Buruk
Banyak orang sulit membedakan antara nocturnal panic attack dan mimpi buruk. Perbedaan utamanya terletak pada kesadaran. Pada mimpi buruk, seseorang terbangun karena mimpi yang jelas dan menakutkan. Sementara pada nocturnal panic attack, penderita terbangun dengan rasa panik ekstrem tanpa ingatan mimpi tertentu.
Selain itu, rasa panik pada nocturnal panic attack sering kali lebih intens dan disertai sensasi fisik yang kuat, sehingga penderitanya merasa seolah-olah sedang mengalami kondisi medis darurat Cieveland clinnic.
Penyebab Nocturnal Panic Attack
Hingga kini, penyebab pasti nocturnal panic attack belum sepenuhnya dipahami. Namun, beberapa faktor diyakini berperan dalam memicu kondisi ini, antara lain:
Gangguan kecemasan
Orang dengan panic disorder atau generalized anxiety disorder memiliki risiko lebih tinggi mengalami serangan panik di malam hari.Stres dan tekanan emosional
Beban pikiran yang terpendam sering kali “muncul” saat tubuh mulai rileks di malam hari.Perubahan sistem saraf
Ketidakseimbangan neurotransmitter di otak dapat memicu respons panik secara tiba-tiba.Kebiasaan hidup tidak sehat
Konsumsi kafein berlebihan, alkohol, merokok, serta kurang tidur dapat memperburuk kondisi ini.Trauma atau pengalaman buruk
Trauma psikologis dapat memicu respons kecemasan yang muncul saat tidur, meskipun tidak disadari secara langsung.
Dampak Nocturnal Panic Attack

Meski tidak mengancam nyawa secara langsung, nocturnal panic attack dapat berdampak besar pada kualitas hidup. Penderitanya sering mengalami ketakutan untuk tidur karena khawatir serangan akan terulang. Akibatnya, mereka mengalami insomnia, kelelahan kronis, sulit berkonsentrasi, dan penurunan produktivitas.
Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko depresi dan memperburuk gangguan kecemasan yang sudah ada.
Cara Mengatasi Nocturnal Panic Attack
Kabar baiknya, nocturnal panic attack dapat dikelola dan dikurangi dengan pendekatan yang tepat. Berikut beberapa langkah yang dapat membantu:
1. Teknik Pernapasan dan Relaksasi
Saat terbangun dalam kondisi panik, cobalah bernapas perlahan dan dalam. Tarik napas melalui hidung selama empat detik, tahan sejenak, lalu hembuskan perlahan melalui mulut. Teknik ini membantu menenangkan sistem saraf.
2. Menjaga Pola Tidur
Tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari membantu tubuh membangun ritme sirkadian sehat. Hindari begadang dan pastikan lingkungan tidur nyaman dan tenang.
3. Mengurangi Pemicu
Batasi konsumsi kafein dan alkohol, terutama menjelang tidur. Hindari penggunaan gadget berlebihan sebelum tidur karena cahaya biru dapat mengganggu kualitas tidur.
4. Terapi Psikologis
Terapi perilaku kognitif (CBT) terbukti efektif dalam membantu penderita panic attack, termasuk yang terjadi di malam hari. Terapi ini membantu mengenali dan mengubah pola pikir negatif yang memicu kecemasan.
5. Konsultasi Medis
Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan obat antikecemasan atau antidepresan untuk membantu menstabilkan kondisi. Penggunaan obat harus selalu di bawah pengawasan tenaga medis.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika nocturnal panic attack terjadi secara berulang, mengganggu tidur, atau disertai gejala fisik yang mengkhawatirkan, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan mental. Pemeriksaan medis juga penting untuk menyingkirkan kemungkinan gangguan lain seperti sleep apnea atau masalah jantung.
Hubungan Nocturnal Panic Attack dengan Gangguan Tidur Lainnya
Nocturnal panic attack sering kali tumpang tindih dengan berbagai gangguan tidur lainnya, sehingga membuat diagnosis menjadi lebih kompleks. Salah satu kondisi yang kerap dikaitkan adalah insomnia kronis. Ketakutan akan serangan panik saat tidur membuat penderita sulit terlelap, bahkan ketika tubuh sudah lelah.
Selain insomnia, kondisi ini juga dapat menyerupai sleep apnea, yaitu gangguan pernapasan saat tidur. Keduanya sama-sama menyebabkan seseorang terbangun tiba-tiba dengan napas tersengal. Namun, pada nocturnal panic attack, rasa takut yang intens dan gejala psikologis lebih dominan dibandingkan gangguan pernapasan itu sendiri. Oleh karena itu, pemeriksaan menyeluruh sangat penting untuk memastikan diagnosis yang tepat.
Peran Pikiran Bawah Sadar dalam Nocturnal Panic Attack
Menariknya, banyak ahli percaya bahwa nocturnal panic attack berkaitan erat dengan aktivitas pikiran bawah sadar. Pada siang hari, seseorang mungkin mampu menekan rasa cemas atau stres karena sibuk dengan aktivitas. Namun saat malam tiba dan tubuh mulai rileks, pikiran bawah sadar menjadi lebih aktif.
Kecemasan yang tidak terselesaikan, ketakutan tersembunyi, atau konflik emosional yang terpendam dapat memicu respons panik secara tiba-tiba. Inilah sebabnya mengapa serangan ini sering muncul tanpa peringatan dan tanpa pemicu yang jelas.
Penutup
Nocturnal panic attack adalah kondisi yang nyata dan sering kali menakutkan, tetapi bukan sesuatu yang tidak dapat diatasi. Dengan pemahaman yang tepat, dukungan profesional, serta perubahan gaya hidup yang sehat, frekuensi dan intensitas serangan dapat dikurangi secara signifikan.
Yang terpenting, penderita perlu menyadari bahwa mereka tidak sendirian. Banyak orang mengalami hal serupa dan berhasil menjalani hidup yang lebih tenang setelah mendapatkan penanganan yang sesuai. Tidur kembali menjadi waktu untuk beristirahat, bukan saat yang penuh ketakutan.
Baca fakta seputar : Healthy
Baca juga artikel menarik tentang : Gigi Geraham Bermasalah Dari Rasa Nyeri hingga Pengaruh pada Kesehatan Tubuh

